Ketahanan Pangan Peduli Covid

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sembako Peduli Covid

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2020

Tips Khatamkan Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Pilihan dan Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di                           Bulan Ramadhan


#BMH Jatim Gerai Malang

Ramadhan adalah bulan al-Qur’an. Di bulan ini baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam selalu talaqqi bacaan al-Qur’an kepada Jibril alaihissalam.

Maka wajarlah, kalau tilawah al-Qur’an saat Ramadhan menjadi ibadah paling ditekankan setelah qiyamullail. Pahala berlipat menanti di tiap hurufnya.

Untuk memudahkan kita dalam mengkhatamkan bacaan al-Qur’an, berikut beberapa pilihan dan tipsnya:

Khatam 3 Hari Sekali = Sebulan 10 Kali

Untuk bacaan tartil, target ini yang paling tinggi. Inilah yang paling sesuai dengan anjuran baginda Nabi.

Kalau untuk murajaah (mengulang) hafalan al-Qur’an, bisa saja 1 hari langsung khatam sekali, atau bahkan 2 kali. Seperti, konon, yang dilakukan Imam Syafii.

Target ini cukup berat, memang. Bagi yang ingin mengambil target ini, harus bisa menyelesaikan 10 juz setiap harinya.

Kalau hitungan idealnya, hemat penulis, setiap sebelum dan sesudah shalat 5 waktu, masing-masing selesaikan 1 juz.

Kalau berat menggunakan waktu qobla dan ba’da shalat itu secara maksimal, silakan kondisikan diri sesuai aktivitas masing-masing. Intinya, harus diingat, target harian harus 10 juz.

Khatam 4 Hari Sekali = Sebulan 7-8 Kali

Untuk memenuhi target ini, setiap harinya, setidaknya harus menyelesaikan 7 atau 8 juz. Kalau mau “aman”, ambil yang 8 juz. Jadi, setelah 2 hari, setengah al-Qur’an sudah lewat.

Pembagian waktunya bisa seperti ini: setelah tarawih 2 juz, shubuh 2 juz, zhuhur – ashar 3 juz, sore 1 juz. Kalau dirasa berat, silakan kondisikan diri masing-masing.

Khatam 6 Hari Sekali = Sebulan 5 Kali

Sekarang banyak mushaf al-Qur’an yang dicetak dengan pembagian per 5 juz. Dengan pembagian seperti itu, ada 6 bagian al-Qur’an yang dibuat terpisah. Atur waktu untuk bisa tuntas satu bagian tersebut setiap harinya.

Khatam 8 Hari Sekali = Sebulan 3 Kali Lebih

Setiap 4 hari, tuntaskan bacaan 15 juz. Setiap 2 hari, harus selesai 7 setengah juz. Berarti setiap hari, harus selesai 4 juz. Atur waktu paling lowong untuk bisa menuntaskan target tersebut.

Khatam 10 Hari Sekali = Sebulan 3 Kali

Agak mudah kalau ini. Setiap hari harus tuntas bacaan 3 juz. Bagi 3 juz tersebut di 5 waktu shalat. Insya Allah mudah bagi yang punya azam. Target ini dianggap paling standar selama Ramadhan.

Khatam 15 Hari Sekali = Sebulan 2 Kali

Ini target yang bagi sebagian orang “di bawah rata-rata”. Satu hari membaca al-Qur’an 2 juz. Jika lima waktu shalat fardhu jadi patokannya, maka setiap waktu itu tersedia banyak kesempatan untuk menyelesaian target ini.

Meski cukup mudah, tapi bagi sebagian orang lain, target ini bisa saja susah dicapai.

Khatam 30 Hari Sekali = Sebulan Sekali

Ini bisa jadi target paling minimal. Satu hari “cuma” khatam 1 juz. Tak bisa dipungkiri, masih banyak Muslim yang baru mampu khatam al-Qur’an sekali sebulan atau lebih sedikit dari itu. Apalagi yang bacaan al-Qur’annya masih terbata-bata atau yang super sibuk atau mungkin yang belum bisa membagi waktu.

Alangkah baiknya, jika mampu, kita ambil target lebih banyak dari itu. Kalau di luar Ramadhan saja bisa baca al-Qur’an 1 juz per hari, tentu saat Ramadhan sebaiknya lebih banyak.

Kombinasi

Selain target itu, bisa pula memasang target dengan hitungan lain. Atau dengan target kombinasi. Misal, 10 hari pertama khatam 2 kali. Lalu 10 hari kedua khatam 2 kali. Dan 10 hari kedua khatam 3 kali. Pilih mana mudahnya saja.

Target tersebut disusun dalam hitungan 30 hari sebulan Ramadhan. Jika Ramadhan hanya 29 hari, pembagiannya bisa dikondisikan.

Karena hitungan hari dalam Islam dimulai sejak maghrib, maka hitunglah jumlah bacaan kita dimulai sejak setiap maghrib. Bukan ketika subuh.

Demikian target-target tilawah yang bisa kita pilih. Tips ini dibuat untuk memudahkan para pembaca, bukan untuk pembatasan.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mendaras kitab suci-Nya di bulan mulia ini maupun setelahnya. Aamiin!*

Senin, 27 April 2020

BMH Salurkan 400 Paket Sembako Bersama PT. BPR Syariah Bakti Makmur


Bersama PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Salurkan 400 Paket Sembako



Hari kedua (25/4) bulan suci Ramadhan, Laznas BMH Jatim bersama mitra sinergi PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Sidoarjo Salurkan Paket Sembako untuk 400 Keluarga Dhuafa dan masyarakat terdampak Covid-19 ke 3 Desa 2 Kecamatan di Kabupaten Malang.

“Ketiga Desa tersebut meliputi Desa Mliriprowo dan Desa Kedinding Kecamatan Tarik, serta Desa Gedangrowo Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim.

Direktur Utama PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Malang, Hj. Dwi Emi Subekti, S.Hut mengatakan tujuan program ini untuk membantu keluarga dhuafa.

“Tujuan pembagian paket sembako ini adalah untuk membantu warga kurang mampu dan warga yang mengalami guncangan ekonomi sebagai dampak wabah virus corona,” ujarnya.

“Selain itu, program ini merupakan alokasi dana CSR yang kita salurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui Laznas BMH,” imbuhnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari tokoh masyarakat yaitu Kepala Desa Tawangargo Kec. Karangploso,Malang, Bapak Sukarji.

“Terimakasih kepada BMH dan BPRS Bakti Makmur Indah yang sudah peduli kepada warga kami utamanya mereka dari kalangan dhuafa dan warga terdampak corona dengan bantuan paket sembakonya, insyaAllah sangat bermanfaat bagi mereka,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan program ini Laznas BMH menerapkan protokol kesehatan seperti cek suhu badan, pakai masker, hand sanitizer dan jarak duduk masing-masing peserta 1,5 meter.

Selain itu, penerima manfaat juga tidak diundang semua ke lokasi acara. Namun ada sebagian yang diantar langsung oleh Relawan BMH ke rumah-rumah warga.

“Maturnuwun BMH, Maturnuwun BPRS BMI bantuan sembakonya, sangat bermanfaat bagi keluarga,” ungkap Miswati salah satu penerima manfaat, seorang janda yang berhenti bekerja jualan gorengan keliling karena corona.(*)