Ketahanan Pangan Peduli Covid

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sembako Peduli Covid

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label waqaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waqaf. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2020

BMH Realisasikan Wakaf Sumur Bor


BMH Jatim Gerai Malang Realisasikan Wakaf Sumur Bor di Kalipare

Manajer operasional BMH Jatim gerai Malang Sony Abdul Karim (topi hitam) memimpin dia dimulainya pembangunan sumur bor di Kalipare Malang,

Program wakaf Sumur Bor yang di inisiasi Lembaga Amil Zakat Nasional BMH Jatim gerai Malang telah terealisasi dengan di mulainya pembangunan Sumur Bor di Desa Puthukrejo Kalipare Malang, Rabu (1/4).

Ketua Yayasan Pendidikan Sholahudin Kalipare, Muhammad Syamsi mengatakan denagn di mulainya pengeboran sumur oleh Baitul MaalHidayatullah Jatim gerai Malang di tempatnya. Ia berharap menjadi solusi warga Puthukrejo yang setiap tahunnya mengalami kesulitan air bersih. 

Menurutnya, pada musim kemarau warga yang membutuhkan air bersih harus menempuh perjalanan lebih dari 3 kilometer dari tempat tinggalnya. Itupun tidak langsung bisa mengambil dari sumbernya, namun harus antri. 

“Pada Musim Kemarau warga di sini sering kami ajak salat Istisqo untuk memohon hujan di bukit Saedi Puthukrejo,” kata Syamsi. 

“Dengan adanya bantuan wakaf sumur Bor dari BMH ini, kami berharap pada musim kemarau yang akan datang tidak lagi terjadi kekeringan,” ucapnya. 

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BMH, yang telah merealisasikan pembangunan  wakaf sumur Bor di tempat kami," imbuhnya. 

Sementara itu Manajer Operasional BMH Jatim gerai Malang Sony Abdul Karim, S.PdI mengatakan Pembangunan wakaf sumur bor di Kalipare sebagai upaya atau ikhtiar lembaganya untuk membantu masyarakat di daerah pinggiran atau pedalaman untuk mendapatkan air bersih khususnya saat musim kemarau. 

“Kami juga mohon doanya dari semua pihak, semoga pembangunan wakaf sumur bor BMH Jatim gerai Malang  di Kalipare di mudahkan sehingga warganya tercukupi kebutuhan air bersihnya khususnya pada musim kemarau," kata Karim. 

"Program wakaf sumur membutuhkan dukungandan partisipasi dari semua pihak terutama para dermawan. Karena ikhtiar seperti ini pahalanya akan mengalir sepanjang masa," tutup Karim, Manajer Operasional BMH Jatim gerai Malang. (*)


Kuatkan Layanan Dakwah Pedalaman


Kuatkan Layanan Dakwah Pedalaman dengan Bangun Rumah Dai di Maba Utara
Kuatkan Layanan Dakwah dengan Bangun Rumah Dai di Maba Utara

Melangsungkan program dakwah yang sejati tentu saja harus berkesinambungan. Itulah yang selama ini dilakukan oleh Laznas BMH dalam program dakwah dan pendidikan di pedalaman.

“Alhamdulillah memasuki Ramadhan 1441 H, progress dakwah pedalaman, membina muallaf Suku Togutil yang berada di Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Halmahera Timur, Maluku Utara, BMH kini membangun rumah dai beserta sumur yang diperlukan, sehingga dai tangguh yang ada dapat semakin akrab dan simultan membersamai para muallaf,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, Arif Ismail (22/4).

Keberadaan rumah dai lengkap dengan sumur ini sangat strategis, karena selain sumber air, rumah dai ini juga nantinya akan jadi semacam rumah singgah bagi dai yang dalam perjalanan. Maupun bagi muallaf yang datang belajar dan berkegiatan lainnya.

“Jadi ini sangat penting karena rumah dan sumur serta kamar mandi ini akan menjadi layanan bagi dai tamu yang berkunjung, sehingga ada tempat istirahat. Selain juga dapat digunakan untuk membina muallaf dan warga setempat unutk pembinaan dakwah berkesinambungan,” imbuh Arif.
Sampai saat ini pembangunan masih berlangsung. “Alhamdulillah, terus berjalan, walau sederhana. Yang penting ada tempat singgah setelah dari hutan. 

Selama ini dai yang ditugaskan masih dipinjamkan rumah warga di desa terdekat,” tegas Arif.
Dai Tangguh BMH yang rutin membina, Ustadz Nur Hadi mengaku bahagia membina masyarakat pedalaman, Suku Togutil itu.

“Kami menikmati hidup bersama warga di sini dan saudara kita yg baru masuk Islam (mualaf Togutil). Terus kami bimbing mereka utk mengenal Islam ini, harapannya mereka kelak semakin mendalam kecintaannya terhadap agama mulia ini, sehingga hidayah terus terpancar di bumi Halmahera ini,” ungkap Nur Hadi yang disambut ungkapan amin oleh dai tangguh BMH lainnya, yakni Ustadz Ahmad Komarudin.

Selain para dai, warga desa dan muallaf juga sangat mendukung program dakwah dai tangguh BMH.
“Syukur, Alhamdulillah, ustadz-ustadz ini kase masuk kitorang Islam, jadi kitorang bisa belajar ngaji deng sembahyang deng bersuci lagi. Trima kasih ustadz Hadi,” ungkap Salahudin, salah seorang warga mualaf Togutil yang mulai berbahasa Indonesia dengan terbata-bata.(*)